Sabtu, 16 September 2017

Apa Sebenarnya yang Dimaksud dengan Content Marketing

stoctvoult.net

Seiring dengan berjalannya waktu, tren pemasaran produk atau jasa terus berkembang. Dahulu, pemasaran dilakukan dengan tradisional melalui beberapa media seperti billboard, door to door, hingga membuat iklan di TV dan radio. Sayangnya, cara promosi seperti ini dianggap kurang efektif dan boros bujet.

Nah, setelah metode tradisional di atas berjalan selama puluhan tahun (masih ada sampai sekarang), metode pemasaran baru mulai dikembangkan. Salah satu yang terbaru dan dianggap terbaik adalah content markting.

Apa Itu Content Marketing?


Content marketing bisa diartikan sebagai salah satu teknik pemasaran yang berlangsung dengan mendistribusi suatu konten. Konten ini bisa berupa gambar, tulisan, atau video yang bermanfaat. Nah, pembuatan konten ini biasanya disesuai dengan target pasar agar mereka yang melihat konten bisa tertarik.

Pemasaran konten yang biasanya dilakukan secara online memiliki dua manfaat besar. Pertama, untuk menarik pembaca untuk mengenali merek/produk/bisnis yang Anda miliki. Singkatnya, pemasaran konten sangat cocok untuk meningkatkan brand awareness.

Kedua, konten ini digunakan untuk menarik atau mengajak pembaca menjadi calon pembeli. Dengan konten yang bermanfaat dan ada hubungan dengan produk yang dijual, mereka akan tertarik dan akhirnya closing atau penjualan bisa dilakukan.

Oh ya, karena pemasaran ini memanfaatkan konten sebagai senjata utamanya, kualitas harus diprioritaskan. Konten yang tidak bermutu tidak akan diminati oleh pembaca. Alih-alih melakukan pembelian, mereka akan malas membaca dan membagi konten itu ke media sosial.


Mengapa Memilih Content Marketing?


Content marketing banyak dipilih oleh perusahaan atau brand karena memiliki beberapa kelebihan yang antara lain:

1. Modal Kecil dan Jangkauan Luas.

Dalam dunia marketing, bujet masih menjadi kendala terbesar bagi marketer. Dengan biaya yang terbatas, pemasaran tidak bisa dilakukan dengan maksimal. Produk atau program yang dikeluarkan oleh perusahaan akan susah dikenal masyarakat sehingga tingkat pembeliannya akan menurun.
Nah, cara pandang di atas memang tidak salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Dengan content marketing, bujet yang dikeluarkan tidak akan banyak. Bahkan dengan hanya bermodal tulisan dan gambar, produk bisa dikenal dengan mudah dan masyarakat bisa percaya dengan cepat.

2. Lebih Fleksibel.

Pemasaran degan cara ini lebih fleksibel. Anda bisa melakukan pemasaran di berbagai media atau platform yang dianggap terbaik. Misal pemasaran konten dilakukan di media sosial dan blog.
Selain kemudahan memilih media, Anda juga bebas memilih kontennya. Misal dengan tulisan yang berisi banyak info, video tutorial, atau infografik.

3.  Bertahan Lama.

Pemasaran tradisional akan berakhir kalau iklannya di billboard, TV, atau radio dicabut. Setelah pemasaran berakhir, tingkat konversi pembelian bisa saja menurun perlahan-lahan. Nah, content marketing sedikit berbeda. Cara pemasaran ini akan terus bertahan sampai kapan pun asal kontennnya masih bermanfaat. Jadi, lebih hemat bujet.

Kriteria Konten untuk Content Marketing.


Sebelum membuat konten yang digunakan untuk content marketing, ada beberapa kriteria yang harus dipahami.

Content marketing dibuat dengan pertimbangan. Konten yang dibuat harus bisa menjawab kebutuhan masyarakat. Misal produk yang akan dijual pelembab rambut, maka konten yang dipasarkan bisa tentang cara merawat rambut kering.

Tidak semua konten yang dibuat selalu bertujuan untuk mengajak pembeli membeli produk tertentu. Beberapa konten biasanya diberi sedikit informasi produk secara soft selling. Zaman sekarang, promosi yang blak-blakan kadang tidak begitu diminati oleh masyarakat.

Nah, demikianlah uraian singkat tentang content marketing yang harus kita pahami. Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan acuan untuk memasarkan produk yang Anda miliki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar